Julius Hari Sumihar Simangunsong, a.k.a Ucong, Kucong, Congkie mengunjungi gua di ujung minggu 15-17 Februari 2008 ini. Sahabat dekat gua, gua kenal dekat sejak 12 tahun lalu, banyak hal yang telah kami lalui bersama, cukup untuk menyatakan dia adalah bagian penting dalam hidup gua.
Dalam 2 minggu ini, dia punya urusan research di Oslo, dan week end ini dia berjanji untuk mengunjungiku di trondheim. Jumat malam aku menjemputnya di Lerkendal, tepat setelah rapat PPIT dari rumah arswendy. Cukup telat rupanya, 1 jam mungkin dia menunggu. Dan karena malam yang dingin, rupanya dia memutuskan untuk mencari tempat yang hangat untuk menunggu, dan Sam’s Pizza dekat Rema 1000 prinssensgate jadi pilihan. Well, akhirnya bertemu dan kami menuju rumah, makan malam (dengan makanan kurdish yang dia beli), dan mengakhirinya dengan sebotol anggur italia Mara yang gue simpen sejak lama untuk occasion jika ada temen datang mengunjungi.
Aktivitas di hari Sabtu diinisiasi dengan bangun lumayan ga pagi lagi, a nice breakfast (ala gua..!!), dan berjalan-jalan. Ga banyak yang perjalanan yang kami lakukan, sedikit perjalanan ke trondheim fjord dari Lade hingga Rotvoll (bersama keluarga Gema & Rahmat juga), dateng ke rapat MCC, belanja di Rema 1000 Moholt, dinner bareng Hans dan Anna, cewek jerman cantik teman seflat Hans, a litle Live, The Cure, REM, dan terutama Beatles singing time !!! (I missed the old times !!), nongkrong di Mormor Stue untuk minum beer, dan kita akhiri dengan skol untuk kehidupan kami dengan satu shot scotch dan obrolan kecil sebelum tidur. Inti dari kunjungan ini adalah perbincangan, dan sedikit lagu-lagu kami dulu kala. Perbincangan tentang masa depan kehidupan yang akan kami jalani, dan komentar-komentar tentang apa yang telah kami saling lalui.
Minggu adalah hari untuk mengunjungi kantor gua dan mengantarnya pulang. Dan seperti biasa, suddenly gua merasa kehilangan. Anyway, gua sudah terlalu biasa membiarkan diri kebawa sentimental feeling tentang perpisahan, so lebih baik gua mengakhiri tulisan ini dengan.. bahwa pertemuan ini menyenangkan dan membahagiakan.
Dari seluruh perjalanan ini, gua berpendapat adalah suatu kesialan jika gua ga punya teman saling berbagi, tapi lebih sial lagi kalo gua menjadi person yang ga mau membuka diri untuk pertemanan.. =P





