Perjalanan kali ini, gua lakukan dengan 3 orang teman : hans, gultom dan ode, teman-teman baru yang belum terlalu gua kenal karakter personalnya. Seperti halnya sebuah perjalanan yang dilalui bersama, disinilah gua mulai kenal dengan mereka dan ternyata merasa nyaman. Anak-anak muda, seumuran wilie.. kadang masih ‘mentah’.. tapi menyenangkan, gua menikmati seluruh moment2 bersama itu. Banyak hal-hal lucu, intimated, dan beberapa rahasia kecil (yang berhubungan dengan keamanan nasional) yang kami bersumpah untuk tidak membukannya sebelum masa 1 tahun ? (apa 2 tahun ya ? hahaha).
Seorang teman baru lain (yang ternyata tidak baru buat gua setelah dipikir-pikir) yang sangat berjasa dalam journey ini adalah Antonio de Soussa (alumni trondheim sekaligus alumni CNRT) yang bermukim di Paris, dengan segala upayanya dengan penuh kehangatan personal & kehangatan berbagai anggur yang dia suguhkan di setiap hari kami menginap di tempatnya. Kawan seperjuangan di masa PRD dan pembebasan Timor Leste, kamipun tak luput untuk mengunjungi Restoran Indonesia dan berbincang tentang romantisme waktu-waktu ’susah’ dahulu kala, yang jelas atmosfir ini tidak bisa dirasakan oleh temen-temen gua yang muda, gelora ini memang hanya terasa di kami berdua, sambil menyebut nama-nama kawan-kawan lain yang saling kami kenal. Antonio, si pembaca karakter, adalah orang yang baik dan menyenangkan,..mengingatkanku tahun 98 mengunjungi Xanana & Budiman Cs di cipinang.
Paris adalah kota yang penuh emosi,.. dan emosi ku tak cukup tertampung di sini hanya dalam 4 hari, sepertinya berkali-kali gua harus mengunjungi tempat ini. Tempat ini serasa bukan tempat wisata,.. lebih dari itu.. kota ini membuatku merasa aneh dan jatuh cinta. Dan gua ingin mengunjunginya bersama elu.






