Pagi ini, aku mendapat sms dari temanku Hana di Indonesia seperti ini :
“Ndul, soeharto sdh mati. Elu bisa plg ke indo dgn tenang….dst”
Segera gua cek berita itu di internet, dan benar ternyata. Soeharto akhirnya mati, semoga dengan tenang, tapi ada orang bilang, seluruh kaleidoskop hidup seorang manusia akan terlintas pada saat ajal terakhir nya. Semoga dia melihat seluruh apa yang dia perbuat, itu doaku, atas korban-korban 65, korban2 sepanjang kekuasaannya, dan kawan-kawan yang mati dan hilang dan hingga saat ini yang tak pernah cukup untuk menjadi perhatian pemerintah sebagai sebuah pertanggung jawaban negara yang wajib melindungi warga negaranya.
Soeharto mati dengan sukses tanpa pengadilan yang benar-benar nyata, bukti bahwa loyalist Orde Baru masih bertaburan di pusat-pusat kekuasaan, bukti bahwa kebobrokan negara Indonesiaku adalah kebobrokan sistemik, dimana membongkar kejahatan Soeharto hanya akan menciptakan caos ekonomi dan politik, dan rusaknya stabilitas tatanan sistem korupsi Indonesia.
Dan, bahkan ada wacana untuk melupakan dosa-dosa Soeharto terhadap negeri ini. Hal ter-absurd jika itu representasi dari masyarakat Indonesia,.. mengampuni boleh saja, tetapi demi keadilan Soeharto harus diadili, dan kasus-kasus turunannya tidak boleh dilupakan. Bangsa ini harus belajar bersikap bijak, mengetahui mana kapasitas personal dan hal menyangkut pertanggungjawaban terhadap seluruh Bangsa Indonesia.
Pemerintah sekarang dan selanjutnya harus mampu menghapus ilusi rakyat tentang betapa enaknya hidup di Jaman Soeharto, jelas.. sebuah masa di mana ekonomi dibangun dengan hutang dan menggadaikan kekayaan negeri ini dan mengawal perampokan terbesar dalam sejarah Indonesia merdeka dengan militerisme dan senjata,.. rakyat harus sadar.. sebagaimana konsep swadesi Gandhi, lebih bermartabat dan mengajarkan banyak jika sebuah Bangsa berdiri dengan apa yang dia punya..dan tidak dengan bergantung dengan negara manapun.
Adalah bodoh gegabah.. jika masih meyakini Era Soeharto adalah Era Keemasan.. emas yang semu, yang tak pernah dimiliki nyata oleh Bangsaku, emas itu hanya berserak di pundi-pundi klik Soeharto dan loyalis Orde Baru. Pembangunan Ekonomi Orde Baru terbukti gagal, konsep ekonominya tidak memberikan perisai kekebalan & daya pulih ketika menghadapi krisis ekonomi dunia 1997-1998, yang tersisa hanyalah bom waktu dalam seluruh aspek bermasyarakat Indonesia.. alangkah bodoh gegabah orang yang masih terilusi oleh Orde Baru.
Soeharto, semoga kau mati dengan tenang dan berhadapan dengan pengadilan dan penyucian jiwamu.






urg gak setuju kalo semua orang yg masih “meyakini Era Soeharto adalah Era Keemasan.. ” digeneralisir bodoh..
urg pikir..sebagian dr mereka gak banyak tau aja..
heheheh…
bagai penghalusan kata dari..
soeharto meninggal..
menjadi,
soeharto tutup usia.. (tag nya d RCTI)
tapi iya..
bodoh meuni kasar pisan..
kira2 siapa 5 orang yg akan d temui soeharto d alam baka?
beibb,
ketika gua menulis dengan menggunakan kata bodoh,
bodoh disini gua maksudkan lebih berkorelasi dengan ketidaktahuan ..bukan sense negatif yang sering kita artikan secara ‘rasa’
jadi adalah benar kalo kamu menyatakan ‘mereka ga banyak tau aja’.. ketidaktahuan akan pengetahuan berkorelasi positif dengan kebodohan..
tapi sekali lagi bukan sense negatif itu yang mau kuangkat.. tapi ketidaktahuan manusia-manusia indonesia, dan kegagalan pendidikan sejarah indonesia ketika mengupas orde baru,..
mungkin harus menunggu embahnya Orde Baru pupus dulu, bahasan tentang Orde Baru menjadi lebih terbuka dan jujur, menganut falsafah timur (yang kurang tepat menurutku) “jangan membicarakan orang jika orang itu masih ada”‘
5 orang yang akan dia temui : .. well, let’s ask mitch albom
Gua paham maksud Gandul dengan “bodoh”, tapi kalimat itu sendiri bersasar ganda. Yang pasti gw hanya masygul bahwa “ketidahtahuan masssal” seperti yang disebut Pupung menjadi suatu kenyataan, dan banyak orang menangis meraung-raung karena kepergiannya. Sebagian meraung karena merasa ditinggal pergi oleh sosok yang dipuja, yang telah memberika “kejayaan”. Tak sedikit juga yang meraung karena semua kejahatan dan kesalahan ikut terkubur, mereka yang jadi korban secara langsung barangkali yang paling merana.