Gua memulai belajar fotografi belum ada satu tahun. Pada dasarnya, gua yakin di jaman modern ini tidak ada orang yang tidak mengenal fotografi. Secara umum fotografi bisa dimaknai sebagai kegiatan memotret-motret dan berbagai aspek berkaitan dalam persiapan dan penerapannya. Banyak hal tentang fotografi yang biasa ditemui, mulai dari gambar rekaman personal/non-komersial, ilmu pengetahuan (visual experiment), kegiatan jurnalisme hingga media promo untuk kepentingan komersial. Dalam terminologi ilmiah, fotografi secara klasik dimaknai sebagai kegiatan merekam gambar pada media yang dapat menangkap cahaya baik secara kimiawi (film analog) maupun melalui sensor elektronik (digital). Media ini kemudian diterjemahkan dan disimpan sebagai gambar visual secara fisik (cetak dari negative film) atau elektronik (image file). Proses ini melibatkan penggunaan peralatan yang dikenal dengan nama kamera. Ketika aspek dari proses kreatif bersentuhan dalam fotografi maka fotografi semakin bisa dimaknai secara luas dan mulailah fotografi sebagai salah satu genre seni visual dikenal (..hal ini masih diperdebatkan di kalangan pelaku fotografer Indonesia). Aspek kreatif melibatkan berbagai ide, teknik tertentu dalam pencahayaan, pemilihan obyek, editing dan lain sebagainya.
Betapa menyenangkannya fotografi itu
Mengesampingkan seluruh pengertian serius tentang fotografi, tak beda dengan kegiatan lain yang dapat menjadi kegemaran yang disukai dalam hidup manusia fotografi adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Beribu alasan dapat gua (dan elu) berikan dan hal ini tak terbantahkan. Sangat mudah dan jelas menghabiskan banyak halaman kalau mau nulis alasan menyenangkan tentang fotografi, so gua pikir ga perlu dilakukan disini. Lebih baik untuk membahas mitos-mitos mengenai fotografi :
Fotografi itu mahal
Mitos ini mengidentikkan fotografi yang indah selalu memiliki relasi positif dengan jenis kamera dengan kemampuan yang semakin canggih. Sepenuhnya hal ini adalah mitos, fotografi dapat dilakukan dengan biaya yang relatif murah. Alat yang semakin mahal memberikan keleluasaan dalam melakukan eksplorasi fotografi, tetapi tentu saja tidak semua orang ingin menjadi fotografer professional. So, yang menjadi kunci adalah memahami keinginan kita dalam fotografi dan bagaimana cara mengoptimalkan keterbasan dari peralatan fotografi yang kita miliki. Ada grup di flickr (yang gua ikuti juga) yang menyimpan koleksi-koleksi hasil jepretan kamera digital pocket (istilahnya point & shoot camera) Link : http://www.flickr.com/groups/pointshoot/ Udah diliat ?… ga kalah kan… beberapa malah geloooo bahkan.
Fotografi itu susah
Menghasilkan rekaman gambar panorama pemandangan yang breath taking, potret ekspresif yang heart stirring, flora dan fauna yang indah, langit yang dramatis, night scene dan sebagainya tidak selalu membutuhkan teknik-teknik yang sulit. Bahkan dengan berbagai fasilitas dalam kamera digital saat ini berbagai setting pengambilan gambar telah tersedia secara otomatis dan sangat mudah diakses. The Key of Success dalam mengambil gambar terletak dalam :
- Memahami keinginan kita terhadap obyek yang ingin difoto
- Mengetahui cara mewujudkan keinginan tersebut melalui : Memahami peralatan dan fungsi-fungsinya & Memahami konsep-konsep dasar dan teknik pengambilan foto
Apa yang dibutuhkan dalam fotografi
Untuk memulai fotografi beberapa modal memang dibutuhkan antara lain :
-
Motivasi dan Niat : Jika kita menyukai untuk merekam suatu peristiwa dalam media gambar motivasi dasar untuk memulai menyukai fotografi sudah ada. Dan jika motivasi tersebut ditunjang dengan niat untuk mengetahui seluk beluk bagaimana menghasilkan rekaman gambar yang baik maka modal dasar sudah terpenuhi dan berarti sudah siap untuk memulai belajar fotografi.
-
Ide kreatif : Di dalam fotografi, ide kreatif sangat diperlukan untuk memperoleh representasi gambar yang khas, unik dan cantik. Ide kreatif bisa berbeda-beda antar satu orang dengan orang lain.
-
Tools : Peralatan utama dalam fotografi tentu saja adalah kamera. Berbagai jenis kamera digital dapat dikelompokkan secara garis besar sebagai :
- Kamera SLR (Single Lens Reflect) : Ini kamera jenis what u see is what u get alias apa yang kita liat dari lubang penoong kamera (view finder) adalah refleksi nyata dari obyek yang akan kita ambil (tanpa melalui manipulasi apapun). Ciri-ciri umum : Lensa bisa diganti-ganti sesuai dengan jenis masing-masing à Kemampuan zooming ditentukan dari tipe lensa yang digunakan, Pengaturan exposure dapat dilakukan secara manual dengan fasilitas pengaturan kecepatan jepret (shutter) dan bukaan aperture (jendela cahaya/diafragma), mampu menghasilkan image dalam format .raw, dan dengan resolusi yang besar
-
Kamera Digital Point and Shoot (Pocket) : Tipe kamera umum yang sering digunakan oleh orang-orang karena kemudahannya.Ciri-ciri umum : Lensa dan badan kamera dalam satu paket, Memiliki dua tipe zooming : optical (oleh lensa) dan digital (oleh software dalam kamera. Zoom total sama dengan rasio zoom optical dikalikan rasio zoom digital, Pengaturan exposure (kuantitas cahaya yang diterima) biasanya dalam bentuk program, misalnya program untuk memfoto siang hari, night scene, sport dll. Hal ini agar mudah digunakan oleh user.
Hal utama yang membedakan dalam konteks belajar fotografi adalah kamera tipe SLR memberikan keleluasaan dalam melakukan eksplorasi fotografi. Prinsip cara kerja alat untuk kedua tipe pada dasarnya adalah sama.Selain kamera, peralatan penunjang fotografi lainnya antara lain adalah tripod/monopod, media penyimpan file (CF, SD/Mini-SD Card), software editing dsb. Dari ketiga modal diatas, modal ketiga adalah modal yang tidak lebih penting dibanding yang lainnya.
Peralatan dan Recent Issues
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, peralatan utama dalam fotografi adalah kamera. Pengalaman gua dalam memilih kamera, didasari dengan pertimbangan mutlak yaitu menyesuaikan antara kebutuhan kita sendiri, fasilitas teknis yang ditawarkan dari produk kamera, dan budget. Mari kita bahas satu-satu :
-
Memahami kebutuhan akan kamera : Lakukan pertimbangan dengan bertanya pada diri sendiri “Sejauh mana keinginan kita dengan kamera yang akan kita beli ?”
Jika jawabnya adalah pengen mencoba dan belajar segala hal mengenai fotografi dan ingin segera melakukannya maka belilah kamera digital SLR. Gua membagi kelas jenis kamera ini menjadi dua, satu adalah DSLR kelas menengah (biasa) dengan kelas atas (profesional consumer)
Jika jawabnya adalah pengen mencoba fotografi, tetapi ingin liat-liat dulu maka belilah kamera digital (pocket) dengan fasilitas yang mendekati kamera DSLR, misalnya melihat tipe kamera yang memiliki opsi pengambilan gambar secara manual (mampu mengatur shutter, aperture dll) Ex : Panasonis Lumix DMC FZ50K, Sony Cybershoot DSC H7, Canon Power Shoot G7/9 atau S5 IS
Jika jawabnya adalah memanfaatkan kamera untuk merekam moment hidup sehari-hari, traveling dsb yang bersifat general. Pilih saja kamera digital pocket biasa.
Jika tidak bisa menjawab berarti jangan beli kamera, jangan-jangan yang dibutuhkan adalah kalkulator.
-
Guideline dalam memilih kamera digital (pocket) :
Resolusi gambar : Resolusi gambar secara umum dinyatakan dalam satuan Mega Pixel, yang menyatakan kuantitas maksimum pixel untuk setiap image yang dihasilkan dari kamera. Penerapannya adalah semakin besar pixel semakin besar ukuran gambar yang mampu dicetak pada kualitas optimal.Jadi belum tentu kita membutuhkan kamera dengan mega pixel yang besar. Sebagai contoh, hubungan antara mega pixel dan ukuran gambar guideline :Image dengan ukuran 3888 x 2592 pixel = 10Mpixels mampu dicetak maksimal dengan resolusi optimum pada ukuran 54 inch x 36 inch (137cm x 92 cm) dengan resolusi 72 pixel/inch.
Zoom : Seperti yang sudah disinggung tadi ada dua jenis zoom dalam kamera digital pocket (tidak berlaku untuk kamera DSLR). Produsen biasanya mengiklankan kameranya dalam bentuk zoom total, jadi hati-hati. Zoom Optical adalah tipe zoom yang murni oleh lensa kamera, sedangkan zoom digital adalah tipe zoom yang dilakukan dengan memanipulasi gambar dengan software di dalam kamera dan zoom digital akan mengorbankan resolusi dari gambar (menurunkan resolusi). Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Jadi pilih kamera yang memberikan optical zoom yang sebesar mungkin.
ISO : ISO adalah satuan kesensitivan sensor (film) kamera terhadap intensitas foton/cahaya. Pengaturan ISO seringkali diperlukan sesuai kondisi cahaya yang tersedia. Oleh karena itu kamera dengan opsi pengaturan berbagai harga ISO diutamakan dalam memilih kamera. Besar pilihan ISO yang umum dalam kamera digital saat ini dari 100 hingga 1600.
Lensa : Lensa berfungsi bagaikan kornea dari mata kita. Oleh karena itu memilih kamera dengan lensa yang baik tentu saja menjadi pertimbangan yang baik pula. Leica dan Carl Zeiss adalah dua merk terkenal dalam dunia optik kamera yang layak dipertimbangkan.
Baterai : Pilih kamera dengan baterai Li-on (lithium ion) yang sangat praktis dan tahan lama (baik waktu operasional maupun umur pakai) dibanding jenis baterai lainnya pada saat ini. Baterai jenis ini juga biasanya disertai charger yang memudahkan pengisian kembali arus listrik ke dalam baterai.
Media penyimpan file : Pertimbangkan jumlah gambar yang ingin lu ambil dalam satu kali penyimpanan. Media penyimpan 2GB mampu menyimpan file gambar hingga sekitar 500 untuk kamera 10 Mega pixels.
Fitur dan Kemudahan operasi : Pertimbangkan fitur-fitur lain yang menarik, seperti jenis-jenis program pengambilan foto, pengaturan saturasi/white balance/dll, support software. Pertimbangkan kemudahan pengoperasiannya.
Service point : Jangan lupa hal lain yang perlu dilirik yaitu dukungan service purna jual dan garansi.
-
Budget : Pilih kamera yag paling optimal dengan budget yang tersedia
Inget bukan alat elu yang menentukan bagus enggaknya hasil jepretan tapi manusia yang ngejepretnya.
Survey Produk Kamera
Rangking berdasarkan berbagai info, pendapat teman dan pengalaman pribadi, inilah beberapa kamera digital pocket unggulan versi gua
- Panasonic Lumix DMC FZ50K (punya Erri, video cam profesional) : Kualitas oke banget, terutama lensanya oke banget Leica 12x optical zoom, Harga 5jt-an
- Canon Power Shoot G7 (punya Mas Miki, Dept TK ITB) : Kualitas oke, Harga 4 jtan (lebih murah)
- Leica V-Lux 1(punya Olle Melhus, professor NTNU) : Kualitas oke banget, Harga pas beli 5900an kroner (8-9 jtan, gileee mending Canon 400D)
- Sony Cyber-shot DSC-H7 (liat brosur) : Kualitas oke, harga 3.5-4 jtan
Review yang sering gua liat : http://www.digitalcamerainfo.com/ratings.php ; http://www.livingroom.org.au/photolog/news/digital_photography_survey_results.php
Kontak Toko buat cari kamera
Internasional : B&H di NY USA, tapi bisa kirim internasional http://www.bhphotovideo.com
Di Indonesia :
Bandung- Jonas Photo à Jl.Banda
Jakarta : JPC Kemang http://www.jpckemang.com; Toko di ITC Fatmawati (inget tempatnya lupa namanya) à Namanya CamZone (thanks to Nicky si Pendekar Sadis yang mau beli Nikon D40) http://tokocamzone.com/
Singapura : Bargain City à Electronic Shoping http://www.bargaincity.com.sg/oshop/index.php?cPath=17&osCsid=75c297c967ca873e8f8071b2f7229df3
Di Trondheim :
Japan Photo (favorit paling murah se dunia trondheim) http://www.japanphoto.no
Foto Schroder (mafia fotografi norway
) http://www.fotoschroder.no
(Spesial thanks buat Akhyar Fikri, Rahayu Urani, Natan, dan barudak Rumah Photo cihapit bandung… I found another interesting world in photography)






salam kenal,
sebenarnya alasan bertandang ke webblog ini karena melihat kemiriopan nama kita.:) ternyata, hobi kita juga hampir sama. Sejak masih putih abu-abu dahulu, aku memimipikan memiliki camera digital. aku tak tahu namanya, yang jelas waktu itu kusebut, seperti kameranya para fotografer gitu:)
Jadi bisa neh di kasih tutorial tentang fotografi. apau itu deh,,,
mampirlah ke gubug ku di rachmawan.wordpress.com
wah…
lu bakat sharing ilmunya kentel tenannnn…. hehehe…
cool, om!!
ayo, sebar2kan fotografi ke smua orang….
sip!!
gue setuju bgt ama anggapan org bhw memulai fotografi sebagai hobby itu MAHAL…
tape, begitu lu mulai, lu gak bakalan nyesel…
…biarpun ampe puasa demi beli lensa baru…
…ato ampe betis pegel2 gara2 hunting landscape…
…semuanya ketutup deh, begitu lu liat image yg lu capture dengan segala cara itu….
mahal itu relatif….
…. ya gak, om?
joejoe….
I miss u……… hehehe, gua sengaja ga bilang2, karena malu lagi sama elu-elu yang menjerat gua dengan kegiatan potret memotret..
But, harus kuakui..photography makes me survive !!
fotografi sebagai hobby yang mahal ?? sangat relatif…… banget, apalagi buat elu2 nih bukan sekedar lagi hobby dan hidup darinya..ehmm ..fotografi udah ga perlu diperdebatkan lagi dari sisi ini..
thanks ya Joe..udah mengunjungi blog gua..salam ke akhyar, dll ya !!!
Miss U (tepatnya.. miss dibawain makanan, dimasakin, dan makan bareng2 sama elu)
Hoi Doel… SLR tu cuma satu jenis kamera aja. Cobain pake rangefinder dooonnggg…gak akan bikin loe jadi fotografer yang lebih sakti sih, tapi akan mengubah cara loe melakukan fotografi, hehehehe…
Gw rasa di Trondheim ada lah toko yg bisa nyewakan Leica M8. Cobain lah itu barang setengah hari…
geblek..harganya itu Tri.. emang keren bisa ngeframe komposisi yang pas yang kita inginkan..
Btw, lu punya Leica M8..keluaran taun lalu kan ya?.. taun depan gua kejar ke londo sana lah ketemu elu..cuman mau pinjem aja
Kagak kaleee…gw kagak punya M8… emangnya gw sekaya itu apa…bisa beli peralatan 5000 euro (BO).
Loe gak usah beli lageehh…nyewa aja barang setengah hari, rasakan bedanya motret pake rangefinder, hehehehe…
Pake rangefinder bukan buat framing yang akurat lagieh, kalo mau gitu mah pake SLR. Rangefinder punya kelemahan justru di framing karena perbedaan letak jendela intip dan lensa. Keuntungan rangefinder antara lain tidak adanya kegelapan waktu mencet shutter (karena ketutupan cermin), enggak ada getaran akibat mirror slap, dan suaranya lebih tenaannnggg… (liat sini aja)
Gw ada rangefinder murahan kalo mo coba, tapi masih pake film, hehehehe…